Raih Doktor Ilmu Manajemen STIESIA Berkat Teliti Pengembangan Wisata Tidore Kepulauan

Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya seperti tiada hari tanpa melahirkan para doktor ilmu manajemen.

Kali ini adalah Dr. Husaen Hasan, S.Pd., M.Si. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan di STMIK Tidore Mandiri ini secara resmi dinyatakan menjadi doktor ilmu manajemen STIESIA ke-145 setelah berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan penguji, Rabu, 15 Mei 2024 lalu.

Husaen Hasan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,53.

Pria kelahiran Tidore, 14 Agustus 1986 ini mengangkat disertasi berjudul “Pengembangan Wisata Memediasi Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa dan Kebijakan Pemerintah serta Peran Masyarakat terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Di Kota Tidore Kepulauan”.

Sebagaimana dikutip dari ringkasan disertasinya, alumni Universitas Hasanudin Makassar dan Universitas Gorontalo ini mengatakan bahwa penelitiannya bertujuan untuk menguji dan menganalisis pertama, pengaruh bauran pemasaran jasa, kebijakan pemerintah, peran masyarakat terhadap pengembangan wisata, dan keputusan berkunjung wisatawan.

Kedua, pengaruh pengembangan wisata terhadap keputusan berkunjung wisatawan, dan ketiga, Pengaruh bauran pemasaran jasa, kebijakan pemerintah dan peran masyarakat terhadap keputusan berkunjung wisatawan melalui pengembangan wisata.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata di tujuh destinasi wisata unggulan di Kota Tidore Kepulauan. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 2.781 orang wisatawan selama tahun 2012, dan ukuran sampel sebanyak 100 responden.

Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara, daftar pertanyaan dan studi dokumentasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah analisis faktor dan analisis regresi linier berganda, dengan tingkat kepercayaan 95% (a= 0.05). Jenis penelitian deskriptif kuantitatif.

Dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling dan data dianalisis melalui SPSS dan Structural Equation Modeling (SEM), hasil penelitian menunjukkan bauran pemasaran dan kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap variabel pengembangan wisata sedangkan peranan masyarakat tidak berpengaruh terhadap variabel pengembangan wisata.

Sedangkan bauran pemasaran dan peran masyarakat ternyata tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan sedangkan kebijakan pemerintah berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan.

Sedangkan pengembangan wisata tidak berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisatawan dan bauran pemasaran, kebijakan pemerintah dan peran masyarakat berpengaruh terhadap keputusan berkunjung wisata  melalui pengembangan wisata.

Sekadar diketahui Kota Tidore Kepulauan merupakan salah satu kota di Provinsi Maluku Utara, Pulau Halmahera. Kota ini memiliki sejarah panjang sejak zaman penjajahan negara negara Eropa, termasuk salah satunya Spanyol. Di kota ini lah terdapat tugu pendaratan “Sebastiano De Elcano” (pelaut dari Spanyol)

Beberapa objek wisata yang ada di kota ini adalah pantai Ake Sahu, taman laut Pulau Maitara, museum Kesultanan Tidore Sonyine Malige, pantai Cobo, benteng Tahua, wisata Pulau Failonga, wisata spiritual Kelurahan Gurabunga.

Dengan statusnya tersebut, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus berupaya membuat Kota Tidore Kepulauan masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Penulis : Fathurrochman Al Aziz

Foto     : Septian Bagas Anjasmara RP/Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *