Wakil Rektor Universitas Lancang Kuning Riau Raih Doktor Ilmu Manajemen STIESIA

Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM) STIESIA Surabaya kembali menambah daftar panjang alumninya. Kali ini, Wakil Rektor III Periode 2024-2028 Universitas Lancang Kunung atau Unilak, Hardi, SE., MM., secara resmi menjadi doktor ilmu manajemen STIESIA ke-142.  

Wakil Rektor III Periode 2024-2028 Unilak, Hardi, SE., MM., sukses mempertahankan disertasi di hadapan tim penguji yang salah satunya adalah Prof. Dr. I Gede Riana, SE., MM., guru besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Udayana, Bali.  

Hardi berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Cohesion Entrepreneurial Orientation Memediasi Pengaruh Knowledge Management dan Business Environment Terhadap Kinerja Usaha Kecil Rumah Makan di Pekanbaru”.

Hardi dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan dan berhak menyandang gelar doktor ilmu manajemen STIESIA Surabaya ke-142.

Dalam ringkasan disertasinya, Hardi mengatakan penelitiannya mengambil dynamics capabilities theory dan entrepreneurship theory sebagai perspektif teoritis untuk menginvestigasi secara empiris peran cohesion entrepreneurial orientation sebagai mediasi pada pengaruh knowledge management dan business environment terhadap kinerja usaha kecil rumah makan di Pekan Baru, Riau.       

“Responden penelitian (sebanyak) 174 rumah makan di kota Pekanbaru,” kata Hardi sebagaimana diungkapkan dalam ringkasan disertasinya.

Dalam kesimpulannya, hasil penelitian menunjukkan dari empat hipotesis yang diajukan semuanya diterima oleh responden.

Jalur yang paling efektif dalam meningkatkan kinerja usaha kecil rumah makan adalah jalur knowledge management. “Karena memberikan total efek atau total pengaruh yang paling besar dibandingkan dengan jalur hubungan lainnya,” kata Hardi. “Dapat disimpulkan model ini dapat memperkuat dynamics capabilities theory dan entrepreneurship theory,” tambahnya.

Secara manajerial, kata Hardi, salah satu strategi dalam meningkatkan kinerja usaha kecil adalah dengan memberikan peningkatan pengetahuan pekerja, memakai teknologi terbaru dalam produksi, proaktif dan mau mengambil risiko.

Penulis             : Fathurrochman Al Aziz

Foto                 : Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *