SURABAYA (stiesia.ac.id)-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya terus melakukan adaptasi dalam menyiapkan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi artificial intelegence (AI) atau kecerdasan buatan.
Kepala Pusat Bahasa STIESIA Surabaya, Nanis Setyorini, S.Pd., M.Pd., Ph.D., terus menjalin komunikasi dengan British Council EnglishScore Indonesia. Kamis (23/10/2025) beberapa waktu lalu, STIESIA Surabaya menjadi salah satu perguruan tinggi yang diundang British Council EnglishScore Limited, sebuah divisi pengelola tes bahasa Inggris berbasis mobile yang dikembangkan oleh British Council, menggunakan teknologi AI dan bekerja sama dengan lebih dari 90 perguruan tinggi di Indonesia, dalam kegiatan bertajuk “Future-Proofing Business Schools in the Age of AI” yang digelar di The Westin Hotel Surabaya.
Para rektor dan pimpinan perguruan tinggi, para kepala pusat bahasa, dan kepala international office perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai penjuru Indonesia turut hadir sebagai undangan dalam acara tersebut.
Dalam kegiatan tersebut Vice President Sales and Marketing, British Council EnglishScore Limited, Elliot Homan menyampaikan pidato sambutan yang cukup menarik dengan tema “Is English Still Important In The Age of AI?”
Tak kalah menarik diskusi dengan tema “Employability 2030: What Business Schools Must Teach Now?” yang disampaikan Colm Downes, mantan Direktur British Council Indonesia periode 2019-2022.
Dalam diskusi tersebut muncul pembahasan tentang pentingnya kemampuan komunikasi berbahasa Inggris sebagai dasar untuk daya saing kerja dan inovasi, dan peran bahasa Inggris di era kecerdasan buatan (AI).

Selain itu, muncul bagaimana mengembangkan studi bahasa Inggris yang relevan di tengah kemajuan teknologi AI, serta bagaimana penguasaan bahasa Inggris dapat mendukung pertumbuhan dan inovasi di dunia kerja.
Tentu saja yang tak kalah penting juga diungkap bagaimana kesiapan institusi pendidikan dalam menghadapi masa depan dimana AI merambah di semua sektor kehidupan. Bagaimana strategi dan inovasi yang dapat diterapkan sekolah bisnis dan universitas agar tetap relevan dan mampu melatih mahasiswa untuk masa depan yang penuh ketidakpastian dan perubahan teknologi.
Diungkapkan pula bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri, peluang kerja sama untuk memastikan lulusan memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk pengujian kemampuan bahasa Inggris melalui platform seperti British Council EnglishScore.
Rencana Pusat Bahasa

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Bahasa STIESIA Surabaya Nanis Setyorini, S.Pd., M.Pd., Ph.D melakukan pembicaraan intens dengan pimpinan British Council EnglishScore (BCES), account manager Indonesia, narasumber kegiatan, dan kolega dari universitas lain. Dengan Elliot Homan, Vice President BCES Limited, STIESIA Surabaya bakal menjadi tuan rumah seminar internasional yang diselenggarakan secara offline. Selain menjadi pembicara utama dalam seminar, Elliot Homan direncanakan juga bakal menjadi tamu dalam Podcast STIESIA.
Tak hanya itu, Elliot Homan menawarkan kerjasama dengan STIESIA Surabaya untuk membuat “Case Study Project” tentang penggunaan aplikasi tes British Council EnglishScore untuk Indonesia. Tujuan Case Study Project menguji dan menilai efektivitas penggunaan platform British Council EnglishScore dalam mengukur kemampuan bahasa Inggris mahasiswa atau lulusan universitas, serta dampaknya terhadap kesiapan mereka memasuki dunia kerja. Dengan kerjasama ini memberikan wawasan bagaimana teknologi AI dan platform digital bisa membantu universitas dalam menilai kemampuan bahasa Inggris secara cepat dan akurat, membantu institusi pendidikan Indonesia menyesuaikan kurikulum dan pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan menunjukkan hubungan antara skor EnglishScore dan kesiapan kerja mahasiswa.
Pembicaraan intensif juga dilakukan dengan Colm Downes, Direktur British Council Indonesia periode 2019-2022 berkaitan dengan rencana kegiatan “English Teacher Training” kerjasama STIESIA dan Diknas Jawa Timur.
Penulis : Fathurrochman Al Aziz
Foto : Humas