Tradisi Raih Penghargaan, STIESIA Surabaya Kembali Terima Anugrah Kampus Unggulan 2025

MALANG (stiesia.ac.id)-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya kembali meraih prestasi dalam ajang Anugerah Kampus Unggul (AKU) Tahun 2025 yang diserahkan di sela pelaksanaan Rapat Kerja Pemimpin (Rakerpim) Perguruan di Hotel Grand Mercure Malang pada 31 Oktober 2025.


Dalam kesempatan tersebut STIESIA menerima penghargaan Kategori Perguruan Tinggi Berprestasi Bidang Kemahasiswaan untuk Perguruan Tinggi Terakreditasi B atau Baik Sekali. Penghargaan diserahkan Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. kepada Ketua STIESIA Surabaya, Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, SE., M.Si., Ak., CA.Pemberian penghargaan AKU 2025 bukan kali pertama bagi perguruan tinggi yang awal berdirinya dinamai Akademi Pajak dan Keuangan (APK) ini.


Sejak 2012, 2019, 2022, 2023 (dua kategori) dan 2024, STIESIA Surabaya memiliki tradisi meraih penghargaan bergengsi di kalangan perguruan tinggi di Jawa Timur tersebut. Penyerahan penghargaan ini merupakan bagian dari acara rakerpim perguruan tinggi yang kali ini dirangkai dengan rapat kerja kepala LLDIKTI seluruh wilayah Indonesia. Bahkan hadir sebelum penyerahan penghargaan, Menteri Pendidikan Tinggi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Fauzan, M.Pd., Prof. Dr. Ir. Togar M. Simatupang, M.Tech., Ph.D., IPU selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., serta Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M.


Dalam rakerpim yang mengusung tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi untuk Hilirisasi” ini, Prof. Brian Yuliarto menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi agar berdampak langsung pada masyarakat dan industri. “Kami mendorong setiap perguruan tinggi untuk berinovasi, termasuk membuka kelas paralel yang sesuai kebutuhan zaman. Selain itu, kami juga mengembangkan program double degree dan joint degree untuk memperluas kolaborasi akademik antar lembaga,” ungkapnya. Mendikti juga menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. “Kepada seluruh pendidikan tinggi, teruslah berinovasi, tingkatkan kualitas layanan, jalin kerja sama yang kuat dengan dunia industri, dan lahirkan sumber daya manusia yang unggul serta berdaya saing global,” tuturnya.


Sementara dalam forum rapat koordinasi Kepala LLDIKTI se-Indonesia 2025, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, M.Sc. menegaskan perguruan tinggi tidak lagi cukup menjadi tempat belajar dan riset semata. Menurutnya, kampus harus bertransformasi menjadi problem solver atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. “Perguruan tinggi wajib menjadi bagian dari ekosistem pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat, baik melalui riset terapan, pemberdayaan, maupun inovasi yang dapat dihilirisasi,” ungkapnya. Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dyah Sawitri, S.E., M.M., selaku tuan rumah kegiatan, menyatakan rapat koordinasi menjadi momentum penting memperkuat sinergi dan membangun komitmen bersama dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan tinggi berdampak.

Diolah dari berbagai sumber

Diposting Oleh :

Tags :