KOTA MADIUN (stiesia.ac.id) – Walikota Madiun, Dr. Drs. H. Maidi, SH., MM., M.Pd., mengungkapkan dalam rangka mewujudkan Kota Madiun sebagai Smart City, pihaknya juga melakukan peningkatan mutu SDM termasuk salah satunya memberikan perhatian pendidikan pascasarjana di lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Madiun.
Di sela kegiatan Sosialisasi Program Pendidikan Lanjutan bagi ASN bersama Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya di gedung GCIO Diskominfo Kota Madiun, Senin (12/1/2026), Wali Kota Madiun Maidi menyatakan, Pemkot Madiun mendorong agar ASN melanjutkan pendidikan jenjang pascasarjana yakni magister (S2) dan doktor (S3).
“Saya sampaikan bahwa eselon II itu harus doktor, eselon III itu S2 paling tidak, doktor juga boleh. Yang belum kuliah harus kuliah, kita biayai semuanya, termasuk masyarakat,” ujar Wali Kota Madiun Maidi.
Tak mau setengah setengah Walikota Maidi pun memberikan fasilitas beasiswa pendidikan jenjang pascasarjana yakni magister (S2) dan doktor (S3) kepada sejumlah ASN setempat yang lolos seleksi.
Untuk beasiswa jenjang magister atau S2, masing-masing menerima beasiswa bantuan belajar sebesar Rp10 juta per semester. Sedangkan untuk doktoral atau S3, lanjutnya, masing-masing menerima bantuan Rp 12,5 juta per semester dengan maksimal bantuan Rp100 juta.
Walikota kelahiran Magetan, 12 Mei 1961 ini berharap program beasiswa pendidikan pascasarjana tersebut dimanfaatkan oleh para ASN Kota Madiun. Hal itu penting dalam menunjang tingkat pendidikan dan karier ASN.
Maidi menambahkan Pemkot Madiun sangat fokus terhadap pengembangan sektor pendidikan warganya. Tak hanya beasiswa S2 dan S3 untuk ASN, beasiswa S1 bagi masyarakat umum juga telah bergulir sejak tahun 2019 melalui Program Bantuan Beasiswa Mahasiswa (BBM) dengan kuota 1.000 mahasiswa.
Program BBM S1 tersebut berlaku bagi mahasiswa dengan masa studi maksimal empat tahun (8 semester). Sampai saat ini sudah ada ratusan penerima BBM Kota Madiun yang telah diwisuda.
Ditulis ulang : Fathurrochman Al Aziz
Foto : Istimewa