SURABAYA (stiesia.ac.id)-Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya, Kamis 6 Februari 2026, menandatangi memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait biaya perkuliahan bagi mahasiswa di Balai Kota Surabaya.
STIESIA menjadi salah satu dari 24 perguruan tinggi swasta (PTS) dan 8 perguruan tinggi negeri (PTN) yang menandatangani MoU terkait pelaksanaan Beasiswa Pemuda Tangguh yang menjadi salah satu program pendidikan andalan Pemkot Surabaya yang menyasar mahasiswa keluarga prasejahtera di Surabaya.

Hadir langsung dalam penandatanganan Ketua STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA. bersama sejumlah pimpinan PTS dan PTN di Surabaya. Hadir pula Kepala Bagian Kerjasama Sulistyo Budi Utomo, B.BA., M.A., Ec., Ph.D. yang berada di bawah kordinasi Wakil Ketua III, Prof. Dr. Triyonowati, M.Si.
Walikota Surabaya Dr. Ir. Eri Cahyadi, S.T., M.T. menyaksikan sendiri penandatangan MoU bersama 32 pimpinan perguruan tinggi di Surabaya. Dikatakan Walikota Eri Cahyadi, bantuan pendidikan bagi mahasiswa keluarga prasejahtera tahun ini, meningkat dari 3.000 mahasiswa menjadi 24.000 mahasiswa.
“Peningkatan tersebut, tak lepas dari adanya evaluasi sistem dan kolaborasi dengan pihak kampus. Mengenai pendanaan bantuan pendidikan, Pemkot Surabaya menyiapkan dana sekitar Rp150 miliar hingga Rp 200 miliar untuk tahun 2026,” kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi sebagaimana dikutip website resmi Pemkot Surabaya.

STIESIA menjadi salah satu PTS yang terpilih dalam penandatangan tersebut bersama 31 perguruan tinggi swasta dan PTN. Ke depan, kata Walikota Eri Cahyadi, akan semakin terus bertambah penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi lain di Surabaya.
“Tadi tercatat sekitar 32 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang menandatangani kerja sama, dan jumlahnya akan terus bertambah secara bertahap,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Dalam kesempatan tersebut, Walikota berpesan para mahasiswa yang menerima bantuan biaya perkuliahan untuk tidak merasa rendah diri karena berasal dari keluarga kurang mampu. “Belajarlah sungguh-sungguh supaya kelak, salah satu dari kalian bisa berdiri di sini sebagai Wali Kota Surabaya, sebagai pemimpin bangsa,” tandasnya.
Penulis : Fathurrochman Al Aziz
Foto : Bagian Kerjasama