MOJOKERTO (stiesia.ac.id) – Januari 2026, Mahasiswa Hima Dipta STIESIA Surabaya menunjukkan peran aktif dalam mendukung transformasi ekonomi desa melalui program Pemberdayaan Ekonomi Digital bagi petani kopi di Desa Nawangan, Mojokerto. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan praktis masyarakat di tengah perkembangan era digital.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merepresentasikan wajah baru gerakan mahasiswa yang tidak hanya aktif di ruang kelas, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk menjawab berbagai tantangan nyata. Mahasiswa Hima Dipta (Himpunan Mahasiswa D3) STIESIA Surabaya menginisiasi program pemberdayaan ekonomi digital bagi petani kopi Desa Nawangan sebagai bentuk kontribusi generasi muda dalam mendorong transformasi desa berbasis teknologi.
Di tengah arus digitalisasi yang semakin berkembang pesat, mahasiswa mengambil peran strategis sebagai fasilitator perubahan dengan menjembatani pengetahuan akademik dan kebutuhan praktis masyarakat. Program ini dirancang untuk membantu para petani kopi dalam meningkatkan nilai tambah produk melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam aspek pemasaran dan penguatan identitas produk lokal.

Kegiatan ini semakin diperkuat dengan kehadiran Dosen STIESIA Surabaya, Juwita Sari, S.M., M.SM., yang bertindak sebagai narasumber. Melalui penyampaian materi yang aplikatif dan kontekstual, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep ekonomi digital, strategi pemasaran berbasis platform online, hingga praktik pembuatan konten promosi yang menarik dan efektif untuk memperluas jangkauan pasar.
Kolaborasi antara mahasiswa dan dosen dalam kegiatan ini menghadirkan ekosistem pembelajaran dua arah. Masyarakat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha, sementara mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam merancang dan mengelola program pemberdayaan masyarakat.
Secara lebih luas, kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak sekadar menjadi agenda akademik, melainkan sebuah gerakan kolektif yang mampu menumbuhkan kesadaran, kemandirian, serta optimisme masyarakat desa dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Melalui program ini, diharapkan petani kopi Desa Nawangan dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu mengembangkan potensi usaha secara berkelanjutan.
