Wellness lifestyle yang memiliki sinonim dengan gaya hidup sehat telah bertransformasi dari sekadar tren kesehatan menjadi pendorong utama ekonomi global. Dilansir dari Amwaytoday, wellness lifestyle menekankan keseimbangan antara kesehatan fisik, mental, dan emosional. Banyak orang mulai menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat menyebabkan peningkatan signifikan dalam industri kebugaran sebagai bagian dari wellness lifestyle. Hal ini sesuai dengan prediksi yang ada pada Outlook Pariwisata yang dilansir oleh Kementerian Pariwisata, bahwa pada kisaran tahun 2024-2025, 56,41 % persen health and wellness tourism atau wisata kebugaran akan menjadi tren.
Paparan media sosial yang intens, tuntutan produktivitas, serta tekanan sosial yang tidak terlihat telah mendorong munculnya kebutuhan akan “jeda sesaat”. Di sinilah kemudian wellness lifestyle menemukan momentumnya sebagai bentuk gaya hidup yang menawarkan ketenangan, keseimbangan, dan makna. Seiring dengan meningkatnya adopsi gaya hidup tersebut, wellness lifestyle berkembang menjadi fenomena ekonomi yang lebih luas yang dikenal sebagai wellness economy. Wellness economy ini mencakup industri yang memungkinkan konsumen memasukkan aktivitas fisik, nutrisi, dan kesehatan mental ke dalam kehidupan sehari-hari mereka. Terdapat 11 sektor pada wellness economy, yaitu kesehatan mental, aktivitas fisik, real estate kesehatan, kesehatan di tempat kerja, pariwisata kesehatan, ekonomi spa, mata air panas/mineral, perawatan pribadi dan kecantikan, kedokteran preventif dan personalisasi serta kesehatan masyarakat, pengobatan tradisional dan komplementer Data dari Globalwellnessinstitute menunjukkan bahwa wellness economy merupakan kekuatan utama dalam ekonomi global, dengan ukuran yang lebih besar daripada ekonomi hijau, teknologi informasi, pariwisata, dan olahraga. Wellness economy secara global konsisten tumbuh lebih cepat daripada ekonomi global. Dalam jangka panjang, wellness economy tumbuh sebesar 6,5% per tahun dari 2013 hingga 2024, sementara PDB global tumbuh dibawahnya, yakni sebesar 3,2% per tahun.
Data dari Mc Kinsey menunjukkan bahwa generasi milenial dan Gen Z yang paling banyak menghabiskan waktu untuk kesehatan dan kebugaran. Bagi Gen Z, kesehatan saat ini dipandang sebagai investasi jangka panjang. Hal ini menyebabkan tren berolahraga mulai dari jogging, fun run, hingga yoga dan gym menjadi gaya hidup dan bukan lagi sekedar aktivitas yang dilakukan satu dua kali. Saat ini Gym tidak hanya dipandang sebagai tempat berolahraga, tetapi juga sebagai ruang sosial, tempat membangun identitas diri, bahkan simbol gaya hidup sehat. Munculnya berbagai konsep gym modern hingga kelas berbasis komunitas seperti yoga, dan pilates menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat telah bergeser dari sekedar kebugaran fisik menjadi pengalaman yang lebih holistik.
Survei berbagai platform digital menunjukkan bahwa generasi muda lebih memilih pengalaman yang bermakna dibandingkan konsumsi material. Dalam konteks ini, konsep experience economy menjadi sangat relevan (Pine II & Gilmore, 1999). Mereka tidak membeli paket wisata, tetapi mencari pengalaman yang mampu memberikan rasa tenang, refleksi diri, dan keseimbangan hidup.
Pergeseran Dinamika Hidup Sehat
Dilansir dari lama eastventures, pergeseran dinamika hidup sehat di Asia Tenggara dipengaruhi oleh :
- Pergeseran Nilai
- Gen Z mengutamakan nilai-nilai (value-driven)
Kini, konsumen yang lebih muda seperti Gen Z yang memiliki nilai-nilai yang berbeda dari generasi sebelumnya, dan Generasi Milenial yang sadar gaya hidup sehat, telah menjadi pusat gravitasi baru. Gen Z memprioritaskan keberlanjutan, integritas, dan dampak jangka panjang. Mereka bahkan melakukan riset mendalam terhadap suatu brand karena memprioritaskan brand yang mengutamakan konsumen.
- Lebih terpengaruh secara sosial (socially-influenced)
Branding yang kuat dan kehadiran aktif di media sosial sangat penting dalam memengaruhi konsumen baru ini. Keputusan pembelian mereka sering kali dibentuk oleh pengaruh sosial, validasi oleh rekan, dan kecepatan. Mereka juga memiliki keinginan kuat untuk tetap relevan dan terhubung.
- Pergeseran Sudut Pandang
Gen Z memiliki pergeseran sudut pandang terhadap kesehatan. Pergeseran dari “perawatan saat sakit” yang reaktif menjadi “investasi kesehatan” yang proaktif adalah sebuah pergeseran yang akan bertahan lama. Perubahan ini bukan terjadi tanpa alasan, hal ini didorong oleh meningkatnya literasi kesehatan dan fakta bahwa penyakit kronis kini muncul lebih dini pada pasien yang lebih muda. Dengan masyarakat yang kini lebih saling terhubung, kasus-kasus ini menjadi lebih terlihat, sehingga meningkatkan kesadaran di semua lapisan demografi. Daripada menunggu penyakit datang, konsumen muda ini secara aktif berinvestasi dalam pencegahan melalui gaya hidup sehat, kebugaran, nutrisi, dan perawatan diri holistik.
- Mencari pengalaman yang bermakna
Konsumen generasi baru ini juga berbelanja dengan cara yang berbeda. Perjalanan Gen Z dan milenial dalam mencari pengalaman sehat yang bermakna, telah berevolusi menjadi pengalaman hybrid dan multi-touch, di mana mereka mengharapkan interaksi omnichannel yang menyeluruh.
- Kemenangan “phygital”
Platform digital sangat penting bagi Gen Z dalam tahap menemukan, edukasi, dan pelacakan kebiasaan Gen Z terhadap aktivitas olahraga yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi seperti Google Fit, ataupun smartwatch. Namun demikian, bagi mereka tempat offline memiliki andil dalam berperan membangun kepercayaan, komunitas, dan pengalaman nyata yang diinginkan konsumen.
- Ekonomi pengalaman (Experience economy):
Bagi gen Z, membelanjakan uang bukan lagi sekadar tentang memiliki barang, melainkan tentang menciptakan momen yang dapat dibagikan. Ada minat yang terus tumbuh terhadap kesehatan dan kebugaran, yang mencakup makanan, gaya hidup, dan kesehatan secara keseluruhan. Hal ini didorong oleh peningkatan kesadaran akan kesehatan, pengaruh media sosial, validasi rekan, dan keinginan untuk mengikuti tren
Bagi perekonomian Indonesia, wellness lifestyle mendorong lahirnya berbagai sektor bisnis baru, seperti: pusat kebugaran (gym, pilates, studio yoga ), industri makanan sehat (healthy food & beverage), wisata kebugaran (spa, dan terapi herbal) dan aplikasi kesehatan dan kebugaran. Selain itu juga meningkatkan penciptaan lapangan kerja baru seperti personal trainer dan instruktur kebugaran, ahli gizi, terapis serta bertambahnya pelaku UMKM di sektor makanan sehat seperti produk herbal (jamu, minuman kesehatan), makanan organik dan produk lokal berbasis lesehatan.
Wellness lifestyle juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri pariwisata global. Destinasi wisata seperti Bali, Jogjakarta dan Nusa Tenggara Barat sudah dikenal sebagai pusat wellness tourism dunia, dan potensi ini mulai berkembang di daerah lain. Melalui pendekatan yang holistik, wisata tidak hanya soal hiburan tetapi juga kesehatan dan pengalaman hidup. Tidak kalah penting, melalui wellness lifestyle dapat mendorong transformasi digital di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada April 2024, tercatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 1,07 juta, meningkat 23,23% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Melihat tingginya angka tersebut, teknologi digital berperan penting dalam perkembangan pariwisata di Indonesia. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi mobile, sistem pemesanan online, dan media sosial mempermudah wisatawan dalam merencanakan dan menikmati perjalanan mereka. Sehingga, integrasi teknologi dalam sektor pariwisata Indonesia tidak hanya meningkatkan efisiensi dan akurasi data, tetapi juga memperkaya pengalaman wisatawan dan memperkuat daya saing industri pariwisata nasional.
Menyikapi hal ini dibutuhkan strategi baru bagi dunia usaha jika ingin memiliki keunggulan bersaing, karena wellness lifestyle bukan hanya mengubah perilaku konsumen melainkan menuntut pendekatan baru dalam manajemen strategi bisnis di Indonesia guna mencapai pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Melalui penciptaan industri baru, lapangan kerja, penguatan UMKM, digitalisasi hingga peningkatan daya saing pariwisata, wellness lifestyle memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional.
