Pelatihan Public Speaking oleh Dosen STIESIA Surabaya sebagai Strategi Peningkatan Soft Skills dan Kesiapan Karier Siswa SMK dan Mahasiswa di Era Society 5.0 di Kota Surabaya

Surabaya, — Komitmen dosen STIESIA Surabaya dalam memperkuat kompetensi generasi muda terus diwujudkan melalui berbagai program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman.

Komitmen dosen STIESIA Surabaya dalam membangun generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja kembali terlihat melalui serangkaian pelatihan public speaking yang digelar sepanjang semester Gasal tahun ajaran 2025–2026. Program ini tidak hanya menjadi agenda rutin pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi magnet tersendiri bagi siswa SMA dan SMK yang menyadari pentingnya keterampilan komunikasi di era kompetisi global.

Pada Oktober 2025, Juwita Sari, S.M., M.SM bersama Ahmad Baihaqy, S.Kom., M.M., M.Kom hadir di SMK Rajasa Surabaya dalam kegiatan bertajuk Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Keterampilan Komunikasi di Era Society 5.0 

Di tengah derasnya transformasi digital, pelatihan ini menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti yang menentukan kesiapan lulusan memasuki dunia industri. Dengan pendekatan interaktif dan praktik langsung, siswa diajak memahami teknik vokal, bahasa tubuh, pengelolaan rasa gugup, hingga simulasi presentasi dan wawancara kerja. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama sesi diskusi dan praktik. 

Banyak siswa yang awalnya ragu dan canggung, perlahan menunjukkan perubahan signifikan dalam kepercayaan diri mereka. Pelatihan ini bukan sekadar teori komunikasi, melainkan ruang pembentukan mental, membiasakan siswa berani menyampaikan gagasan, menjawab pertanyaan, dan tampil meyakinkan di hadapan publik.

Kegiatan serupa juga terus berlanjut di berbagai sekolah, termasuk workshop bertema PERSONAL GROOMING DAN PUBLIC SPEAKING UNTUK EXCELLENT SERVICE TO IMPRESSION” yang diselenggarakan pada Januari 2026, dengan menghadirkan Dr. Endri Haryanti, S.E., M.M., sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya citra diri, etika komunikasi, bahasa tubuh, serta kesiapan mental dalam membangun kesan pertama yang profesional di dunia kerja. Pelaksanaannya juga melibatkan mahasiswa dari Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (IKBIS) sebagai bagian dari kolaborasi akademik lintas institusi, sehingga suasana pelatihan berlangsung lebih interaktif melalui praktik langsung dan simulasi pelayanan prima

Rangkaian kegiatan penguatan keterampilan komunikasi tersebut berlanjut pada Februari  2026 melalui program bertajuk “Pelatihan Public Speaking untuk Meningkatkan Employability Skills Siswa SMK Mahardhika”. Kegiatan yang diselenggarakan pada Januari 2026 ini menghadirkan Ardilla Ayu Kirana, S.A., M.A., Ak sebagai narasumber yang secara khusus menekankan pentingnya kemampuan komunikasi sebagai bagian dari employability skills lulusan SMK. Dalam sesi pelatihan, siswa tidak hanya dibekali teknik dasar berbicara di depan umum, tetapi juga diarahkan untuk memahami bagaimana menyampaikan gagasan secara terstruktur, membangun argumen yang meyakinkan, serta menampilkan kepercayaan diri saat menghadapi proses rekrutmen kerja. Materi disampaikan secara aplikatif melalui simulasi presentasi diri, latihan menjawab pertanyaan wawancara, hingga praktik komunikasi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri.

Antusiasme siswa SMK Mahardhika terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi praktik dan diskusi. Banyak peserta yang menyadari bahwa kemampuan berbicara dengan percaya diri dan jelas menjadi nilai tambah yang membedakan mereka di tengah persaingan dunia kerja. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen dosen STIESIA Surabaya dalam membekali generasi muda tidak hanya dengan kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi dan mental profesional yang menjadi kunci sukses di era kompetitif.

Fenomena ini sekaligus menegaskan bahwa pelatihan public speaking dari dosen STIESIA tidak hanya diminati, tetapi juga relevan dengan kebutuhan zaman. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kepercayaan diri dan kemampuan menyampaikan ide secara jelas menjadi pembeda. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah, tercipta jembatan transisi yang lebih kuat, dari bangku sekolah menuju dunia profesional yang menuntut kesiapan, kompetensi, dan karakter.

Penulis : Juwita Sari, SM.,M.M.SM

Diposting Oleh :

Tags :