Mojokerto (stiesia.ac.id) — Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Manajemen STIESIA Surabaya kembali menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.
Peran aktif mahasiswa dalam penguatan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) S1 Manajemen STIESIA Surabaya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini mengangkat tema strategi pemasaran produk lokal melalui integrasi penjualan online dan offline sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha masyarakat desa.
Program abdimas ini menghadirkan Dosen Juwita Sari, S.M., M.SM sebagai narasumber utama yang memberikan pelatihan mengenai strategi pemasaran modern, penguatan branding produk, serta pemanfaatan media digital dalam memperluas jangkauan pasar. Dalam penyampaian materinya, peserta diajak memahami bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan memasarkan produk secara kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Prof. Triyonowati, M.Si, yang memberikan dukungan langsung terhadap keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran pimpinan kampus tersebut menjadi bentuk nyata komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman lapangan sekaligus memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat.
Melalui pendekatan pelatihan interaktif dan praktik langsung, masyarakat desa khususnya pelaku usaha UMKM bidang herbal dibimbing untuk memahami strategi pemasaran terpadu, mulai dari teknik promosi digital menggunakan media sosial dan marketplace hingga strategi pemasaran offline seperti pelayanan konsumen dan penataan produk. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan diskusi serta praktik pembuatan konten promosi produk yang dilakukan selama kegiatan berlangsung. Kegiatan abdimas ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa HIMA S1 Manajemen dalam menerapkan ilmu manajemen secara langsung di masyarakat. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat desa menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui program ini, masyarakat Desa Kebontunggul diharapkan mampu mengembangkan strategi pemasaran yang lebih modern dan berkelanjutan, sehingga produk lokal tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang menjangkau pasar yang lebih luas. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekonomi desa yang adaptif di era digital.
