STIESIA Surabaya Dorong Transformasi Digital Pelayanan Publik melalui Program PKM di Kelurahan Ketintang

SURABAYA (stiesia ac.id) STIESIA Surabaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Data dan Pelayanan Publik di Kelurahan Ketintang Kecamatan Gayungan Kota Surabaya melalui Digital Based Management Information System.”Program ini menjadi bagian dari skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIESIA Surabaya.

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital pemerintahan di tingkat kelurahan. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, kebutuhan akan sistem pelayanan publik yang cepat, akurat, transparan, dan terintegrasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah, khususnya pada level pelayanan masyarakat paling dekat seperti kelurahan.

Program PKM ini dipimpin oleh Prof. Dr. Wahidahwati, SE., M.Si., Ak., CA selaku ketua tim pengabdian. Dalam pelaksanaannya, beliau didampingi oleh sejumlah dosen dan mahasiswa STIESIA Surabaya, yakni Rika Rahayu, SM., MBA, Maratus Zahro, SE., MSA, Dewi Maryam, SE., MM, serta mahasiswa Nur Wulan Maindahsari dan Keane Diaz Putra Ardiansjah. Tim pengabdian tersebut bekerja sama dengan pemerintah Kelurahan Ketintang sebagai mitra utama kegiatan.

Menurut Prof. Wahidahwati, penguatan sistem informasi berbasis digital di lingkungan kelurahan menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas administrasi pemerintahan sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui program ini, tim pengabdian berupaya membantu aparatur kelurahan dalam mengelola data kependudukan, administrasi pelayanan, arsip digital, serta sistem pelaporan yang lebih terstruktur dan efisien.

“Digitalisasi pelayanan publik bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dengan sistem manajemen informasi berbasis digital, proses pelayanan masyarakat dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terdokumentasi dengan baik,” ujar beliau dalam penjelasannya.

Program ini juga sejalan dengan arah transformasi digital pemerintahan yang tengah didorong pemerintah Indonesia melalui konsep *smart city* dan pelayanan publik berbasis elektronik. Kota Surabaya sendiri dikenal sebagai salah satu kota yang aktif mengembangkan sistem pemerintahan digital guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Dalam implementasinya, tim PKM STIESIA Surabaya melakukan beberapa tahapan kegiatan, mulai dari identifikasi kebutuhan mitra, pemetaan sistem administrasi yang telah berjalan, pelatihan penggunaan sistem informasi digital, hingga pendampingan teknis kepada perangkat kelurahan. Tim juga memberikan edukasi terkait pentingnya keamanan data, pengelolaan arsip digital, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung transparansi pelayanan publik.

Selain meningkatkan kapasitas aparatur kelurahan, program ini turut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan adanya sistem digitalisasi administrasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih mudah diakses, mengurangi potensi kesalahan pencatatan data, serta mempercepat proses administrasi surat-menyurat dan pelayanan kependudukan.

Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian ini menjadi bagian penting dalam penguatan pengalaman praktik lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu akademik, tetapi juga memahami secara langsung kebutuhan masyarakat dan tantangan birokrasi pemerintahan di era digital. Hal ini sejalan dengan semangat pembelajaran kolaboratif dan penguatan kompetensi berbasis kebutuhan dunia nyata.

Sebagai institusi pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis, STIESIA Surabaya terus aktif mendorong kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui LPPM, berbagai program pengabdian telah dilakukan untuk mendukung penguatan UMKM, literasi digital, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan tata kelola berbasis teknologi informasi.

Program PKM di Kelurahan Ketintang ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun pelayanan publik yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ke depan, sistem pengelolaan data berbasis digital diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan.

Melalui kegiatan ini, STIESIA Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi dan pengabdian berbasis teknologi.

Penulis : Fathurrochman Al Aziz

Diposting Oleh :

Tags :