MANAGEMENT ACCOUNTING SYSTEM BANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN DI BISNIS

Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia ( STIESIA )

Simon (1955), seorang ekonom terkenal yang juga penemu ilmu manajemen mengatakan bahwa manajemen adalah pengambian keputusan, dan pengambian keputusan merupakan proses tindakan sadar dan opsional untuk mencapai beberapa tujuan atau untuk menyelesaikan tugas. Dengan berkembangnya masyarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi, sejumlah pengetahuan dan informasi yang sangat meningkat, dimana semakin banyak pengambian keputusan melibatkan decision makers. Maka decision makers perlu mempertimbangkan faktor-faktor resiko proses pengambilan keputusan  karena pengambilan keputusan meliputi tiga aspek kompesitas, yaitu: (1) Ketidakpastian adalah mutlak, sedangkan kepastian relatif, maka pengambilan keputusan selalu mengenai, memprediksi dan meniai dalam kompleksitas dan keputusan yang dinamis. (2) memungkinkan banyak decision makers terlibat dalam masalah pengambilan keputusan yang kompleks, dan (3) Kesadaran decision makers dari hal-hal obyektif mengikuti pendekatan hukum progresif dimana kondisi berubah dan dalam perkembangan konstan, komprehensif, hubungan, perspektif dinamis adalah kebutuhan daam proses pengambilan Keputusan.

Pengambilan keputusan menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan organisasi dan memainkan peran penting dalam strategi organisasi. Pengambilan keputusan memainkan peran penting karena keputusan individu yang rasionalitas bila dikumpulkan menjadi keputusan kolektif yang memiliki kekuatan dan melibatkan dua peristiwa akreditasi profesional organisasi dan sumber pendapatan baru.  Pengambilan keputusan merupakan aktivitas khusus dan vital dalam semua organisasi. Dalam pengambilan keputusan terdapat proses penting untuk kehidupan managerial.

Maslow (1943) dalam teori kebutuhannya memperkenalkan pandangan yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan oleh inidividu.

Secara umum teori keputusan digunakan untuk memecahkan masalah (Rimey dan Brown 1994). Dalam teori keputusan terdapat dua hal terkait dalam variabel  lingkungan keputusan yang berbeda, yaitu pengetahuan dan pengendalian . Selain itu juga teori keputusan terdapat konsep utility dimana utiliti adalah ukuran kepuasan yang diperoleh dari hasil yang diperoleh. Selain itu juga utiliti mempertimbangkan subyektifitas dan menganalisis Keputusan.

Teori keputusan tidak dapat lepas dari proses Keputusan. Karena proses keputusan merupakan salah satu hal yang harus dilalui oleh pengambil keputusan pada saat dibawah tekanan. Dan dalam bagian proses keputusan menjadi heuristik otomatis yang menyiratkan banyak pilihan potensial menjadi tidak mungkin.

Pengambilan keputusan tidak lepas dari peran manajer, yaitu orang yang bertanggungjawab atas suatu organisasi yang memainkan peran: (1) peran interpersonal, (2) peran informasional , dan (3) peran Keputusan.

Pengambilan keputusan membutuhkan penggunaan inisiatif manusia dan tindakan berdasarkan menimbang konsekuensi dari suatu Tindakan. Karena pengambilan keputusan merupakan proses memilih alternatif  tindakan dengan menggunakan proses kognitif yang diikuti dengan Tindakan. Namun demikian pengambilan keputusan memiliki asumsi adanya proses pilihan  yang lengkap.

Seorang manajer memainkan banyak peran, diantaranya adalah pengambilan keputusan (Wen dan Zhou 2009). Dimana dalam pengambilan keputusan manajemen biasanya dibantu dengan salah satu alat, yaitu informasi akuntansi (Siyanbola dan Tunji 2012). Lebih lanjut Siyanbola dan Tunji (2012) menyatakan bahwa informasi akuntansi dipergunakan sebagai pengambilan keputusan manajemen karena peran sentral dari keefektifan dan keefisiennya informasi ini.

Pengambilan keputusan adalah jantungnya praktek manajemen dan bagian dari tugas manajemen. Maka dari itu pengambilan keputusan merupakan kebutuhan individu dalam mencapai tujuan informasi. Meskipun keputusan dibuat bisa atas dasar sistem lain selain data akuntansi. Namun demikian informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan adalah akuntansi. Selain untuk pengambilan keputusan, infroamsi akuntansi juga mendukung setiap perencanaan yang dilakukan manajemen .

Akuntansi merupakan sistem informasi dan sistem akuntansi adalah subsistem dari sistem informasi manajemen. Sistem informasi akuntansi merupakan bagian dari sistem informasi manajemen yang menerima dan mengolah data peristiwa keuangan untuk kepentingan internal dan eksternal organisasi.  Dimana akuntansi ini secara formal dan non formal diperoleh manajer untuk pengambilan Keputusan.

Untuk pihak internal, informasi akuntansi menjadi bagian integral dari peran manajemen. Informasi sistem akuntansi keuangan memproses output untuk kepentingan eksternal sedangkan informasi sistem akuntansi manajemen (management accounting system/MAS) memproses informasi untuk kepentingan internal dan MAS merupakan bagian dari sistem akuntansi internal.

Proses  pengambilan keputusan merupakan aspek penting dalam kehidupan manajerial dan aspek penting dari fungsi manajerial yang makin kompleks karena teknologi dan dampak global. Dengan kata lain proses pengambilan keputusan memainkan peran penting. Sehingga penting memahami mengapa proses pembuatan keputusan yang berbeda.

Proses pengambilan keputusan selalu berinteraksi antara situasi dimana keputusan di buat dengan orang yang membuat Keputusan. Sedangkan pengambilan keputusan merupakan proses membuat suatu pilihan dari beberapa alternatif untuk mencapai suatu tujuan.

Pengambilan keputusan berfungsi mendasar dalam organisasi. Artinya pengambilan keputusan adalah hal penting bagi organisasi. Sehingga tidak mengherankan bila manajer harus terlebih dulu menjadi pembuat keputusan (decision maker) yang baik sebelum ia menjalankan fungsi manajer yang lainnya.

Dalam pengambilan Keputusan seorang manajer tidak dapat lepas dari gaya pengambilan Keputusan yang akan dilakukannya. Gaya pengambilan keputusan didefinisikan sebagai respon kognitif pengambil keputusan dalam menghadapi situasi saat pengambilan Keputusan.

Awalnya model gaya pengambil Keputusan ada tiga model gaya pengambil keputusan, yaitu: rational, intuitive dan dependent,. Dan tiga model tersebut  ada temuan yang memunculkan tambahan dua model lagi, yaitu: avoidant style dan spontaneous style. Dengan demikian gaya pengambilan Keputusan (decision making style) ada lima.

Dalam melakukan aktivitas dan perannya, manajer membutuhkan management accounting system  (MAS) untuk pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian. Dengan demikian MAS yang di rancang dengan baik akan membantu manajer untuk menjadi lebih efektif dalam pengambilan Keputusan.

MAS menyediakan informasi untuk kebutuhan pengambilan keputusan. Lebih dalam MAS dapat memilih langkah dan prosedur menggabungkan organisasi, perilaku dan faktor lainnya yang berdampak pada organisasinya. Dalam teori organisasi MAS memiliki relevansi dengan motivasi, pengambilan keputusan dan pengendalian di organisasi serta menghindari gaya pengambilan Keputusan yang merugikan organisasi.

Ditulis Oleh :

Tags :