SURABAYA(stiesia.ac.id)–Di tengah tingginya angka pengangguran dan pesatnya perkembangan ekonomi digital, peluang memperoleh penghasilan kini tidak lagi bergantung pada pekerjaan formal. Berangkat dari kondisi tersebut, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya mendorong warga Kampung Pancasila RW 08 Kelurahan Sidotopo Wetan untuk memanfaatkan peluang kerja berbasis digital melalui pekerjaan lepas (freelance) dan peningkatan kompetensi.
Program tersebut dikemas dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan STIESIA terhadap program Kampung Pancasila Pemerintah Kota Surabaya yang menempatkan pemberdayaan ekonomi sebagai salah satu pilar utama pembangunan masyarakat.
Sidotopo Wetan dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar. Kelurahan yang memiliki sekitar 62.982 penduduk itu didukung keberadaan sekitar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di berbagai sektor tersebar di 14 RW. Kelurahan ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap mulai dari pergudangan, kantor, tempat perbelanjaan, kesehatan, pendidikan dan pasar rakyat serta pasar grosir, dengan total sebanyak 45 unit.
Di sisi lain, masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap sehingga membutuhkan alternatif sumber penghasilan.
Berpegang pada situasi dan kondisi di lapangan, dalam pemberdayaan ekonomi di Sidotopo Wetan, dibutuhkan sebuah tim yang mempunyai latar belakang maupun rekam jejak dalam bidang pendidikan ekonomi dan statistik yang bisa memberikan gambaran sejauh mana keberhasilan program. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya yang terdiri dari 2 dosen ekonomi dan 2 dosen statistik beserta 2 mahasiswa hendak mengadakan sosialisasi mengenai peningkatan kesejahteraan warga dengan langkah berupa pemberdayaan ekonomi. Beberapa intervensi yang sudah dilakukan oleh tim ini adalah dengan melakukan pemberdayaan UMKM di Desa Klampis Barat dan pelatihan pengusaha wanita di Jawa Timur. Dengan bimbingan tim yang sudah berpengalaman di bidangnya, langkah untuk memberikan akses bagi peningkatan kesejahteraan warga di Kelurahan Sidotopo Wetan bisa berlangsung dengan lebih baik.
Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan, diketahui bahwa masyarakat Kampung Pancasila Sidotopo Wetan masih memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi pekerjaan lepas (freelance), menyiapkan dokumen administrasi pendukung, serta memperoleh informasi mengenai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi yang hendak diadakan terfokus pada peningkatan literasi ekonomi digital berupa pemanfaatan platform freelance sebagai sumber peluang kerja, penyusunan logistik mandiri berupa curriculum vitae (CV), serta akses terhadap berbagai pelatihan gratis.
Ketua tim pengabdian STIESIA Prawita Yani, S.E., M.Ak., Ak. menjelaskan, perkembangan teknologi digital telah membuka berbagai jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara fleksibel tanpa harus terikat lokasi maupun waktu kerja. Namun, peluang tersebut belum banyak dimanfaatkan masyarakat karena masih terbatasnya literasi digital dan informasi mengenai pasar kerja daring.

“Kami ingin memperkenalkan bahwa peluang kerja saat ini tidak hanya tersedia melalui rekrutmen perusahaan, tetapi juga melalui berbagai platform freelance. Siapa pun yang memiliki keterampilan dapat menawarkan jasanya secara profesional,” ujarnya.
Di hari Jumat, tanggal 17 Juli 2026, tim pengabdian yang terdiri dari Prawita Yani, S.E., M.Ak., Ak. selaku pemateri beserta para anggota kelompok lain yaitu Fastha Aulia Pradhani, S.Si., M.Si. yang juga bertindak sebagai pembawa acara, Wawan, Cahyo Nugroho, S.E., M.S.A., BKP., selaku perwakilan tim dan juga Muktar Redy Susila, S.Si., M.Si. memulai sesi sosialisasi berupa materi pekerjaan lepas atau yang biasa disebut freelance ke seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) di lingkungan RW 08 Sidotopo Wetan. Dibuka dengan sambutan oleh tuan rumah yaitu Ketua RW 08, bapak H. Sukirman yang berpesan kepada seluruh bawahan strukturalnya maupun perwakilan dari ibu- ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk turut menyimak dengan baik supaya materi sosialisasi ini bisa diteruskan ke warganya masing- masing.
Materi freelance disampaikan oleh ibu Prawita Yani S.E., M.Ak., Ak. dan terkonsentrasi kepada pemberian wawasan mengenai apa yang dimaksud dengan freelance, keunggulannya serta situs atau aplikasi mana saja yang bisa dijadikan referensi untuk mengetahui jenis pekerjaan lepas yang bisa dilamar.
Lowongan freelance yang tersedia, banyak tersedia untuk sektor industrial yang membutuhkan pendidikan maupun keahlian tertentu maupun untuk keperluan rumah tangga yang memerlukan keterampilan khusus. Namun persamaan dari keduanya yaitu membutuhkan persiapan untuk curriculum vitae maupun pelatihan dan workshop yang spesifik.
Untuk menunjang kesiapan dan juga memperbesar peluang diterima, pelatihan gratis yang disediakan oleh lembaga pemerintah maupun swasta menjadi solusinya. Pemerintah melalui Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) membuka beberapa pelatihan di antaranya pelatihan pra-kerja dan e-training Kemenaker.
Dalam kesempatan ini, terdapat juga pertanyaan dari peserta mengenai nilai pekerjaan yang akan dilamar. Ibu Prawita menyebutkan bahwa nilai jasa pekerjaan bisa dinegosiasikan antara calon freelancer dan pemberi kerja pada range rupiah tertentu dan bisa dilihat dalam aplikasi seperti yang tercantum contohnya di www.project.co.id
Selain memperkenalkan berbagai platform kerja digital, Pelatihan tersebut dinilai penting sebagai bekal meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar peluang memperoleh pekerjaan.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta menanyakan mekanisme penentuan tarif jasa bagi seorang freelancer. Menurut Prawita, besaran honor umumnya ditentukan melalui negosiasi antara penyedia jasa dan pengguna jasa dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan pekerjaan, pengalaman, serta standar harga yang berlaku pada platform digital.
Ketua tim menuturkan bahwa kegiatan ini adalah wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat dan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi di masyarakat sebagai salah satu sumber informasi yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya serta tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk membuka ruang diskusi, memberikan wawasan baru, serta strategi praktis bagi warga dalam memanfaatkan peluang ekonomi lokal. “Kami berharap, setelah acara ini, kerukunan warga yang sudah erat di Sidotopo Wetan ini bisa bertransformasi menjadi kolaborasi ekonomi yang saling menguntungkan dan menyejahterakan. Mari kita serap ilmu dari para narasumber, kita diskusikan bersama, dan kita praktikkan demi kemajuan ekonomi keluarga dan lingkungan Sidotopo Wetan. Bersama Kampung Pancasila, kita wujudkan warga yang berdaulat secara ekonomi,”ujar Bu Prawita.
Kegiatan yang diikuti para Ketua RT dan perwakilan PKK RW 08 itu dibuka Ketua RW 08 H. Sukirman. Ia berharap informasi yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak warga yang mampu memanfaatkan peluang ekonomi digital untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bagi STIESIA Surabaya, kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
Melalui kegiatan ini pula, STIESIA berharap warga Kampung Pancasila tidak hanya memiliki pemahaman mengenai peluang kerja digital, tetapi juga terdorong membangun kemandirian ekonomi berbasis kompetensi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendukung terwujudnya Kampung Pancasila sebagai kawasan yang produktif, mandiri, dan sejahtera.
“Sebagai mitra STIESIA Surabaya, Kampung Pancasila Kelurahan Sidotopo Wetan menjadi salah satu lokasi pengabdian yang kami pilih sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat memperoleh wawasan baru mengenai peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan, mulai dari akses pekerjaan lepas, penyusunan dokumen pendukung kerja, hingga pemanfaatan pelatihan gratis untuk meningkatkan kompetensi. Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,”ujar Prawita.*
Penulis/Foto : Tim PKM