STIESIA Surabaya Dukung Penguatan Kompetensi ASN Sidoarjo melalui Webinar ASN AKSI 2026

Sidoarjo, 12 Mei 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya berpartisipasi sebagai narasumber dalam Webinar ASN AKSI (Aktif Sharing Ilmu) Seri 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini mengangkat tema “Pengembangan Kompetensi ASN melalui Pembangunan Budaya Belajar Berkelanjutan dalam Mewujudkan Good Governance.”

Webinar yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Mei 2026 pukul 08.00 WIB ini menjadi ruang belajar bersama bagi ASN untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan membangun cara kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan. Kegiatan diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube BKD Kabupaten Sidoarjo.

STIESIA Surabaya menghadirkan Dr. Emeralda Ayu Kusuma, dosen sekaligus akademisi di bidang manajemen sumber daya manusia, transformasi digital, dan kebijakan publik. Dalam paparannya, Dr. Emeralda menegaskan bahwa budaya belajar berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi ASN dalam menghadapi tantangan pemerintahan yang semakin kompleks.

“ASN masa depan tidak cukup hanya memahami prosedur administrasi. ASN perlu mampu membaca data, memanfaatkan teknologi, memahami isu lingkungan, dan menerjemahkan kebijakan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam webinar tersebut, STIESIA menekankan bahwa penguatan kompetensi ASN perlu diarahkan pada tiga agenda penting pembangunan daerah, yaitu transformasi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi kreatif. Ketiganya relevan dengan kebutuhan Sidoarjo sebagai daerah yang memiliki basis industri, perdagangan, tambak, UMKM, serta potensi ekonomi lokal yang kuat.

Dr. Emeralda juga menyoroti sejumlah contoh konkret yang dapat dikembangkan di Sidoarjo, seperti digitalisasi pelayanan publik, dashboard monitoring pembangunan, penguatan ekonomi sirkular melalui bank sampah, digitalisasi UMKM, pengembangan desa wisata, serta pemanfaatan teknologi dalam sektor tambak dan perikanan.

Menurutnya, budaya belajar ASN tidak hanya dibangun melalui pelatihan formal, tetapi juga melalui kebiasaan membaca data, mengevaluasi program, berbagi praktik baik, serta belajar langsung dari persoalan nyata di masyarakat.

Keterlibatan STIESIA dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. STIESIA memandang bahwa perguruan tinggi perlu hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, tata kelola berbasis data, dan inovasi kebijakan publik.

Selama ini STIESIA Surabaya juga aktif mendampingi berbagai agenda pembangunan daerah, termasuk penyusunan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), monitoring dan evaluasi pembangunan, serta penguatan ekosistem UMKM dan inovasi daerah.

Melalui partisipasi dalam Webinar ASN AKSI 2026, STIESIA Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan kapasitas ASN dan percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Masa depan Sidoarjo tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh seberapa cepat ASN-nya belajar, beradaptasi, dan berinovasi.”

Diposting Oleh :

Tags :